Disable Preloader

Satpol PP Kota Bekasi

PEMERINTAH KOTA BEKASI IMBAU MASYARAKAT CEGAH COVID-19

BEKASI KOTA - 12/03/2020



Masyarakat Kota Bekasi diimbau tidak perlu resah terkait telah dirilis data kasus suspek virus Covid-19. Data ini merupakan data ril dilapangan dan tidak ada kasus positif Corona Covid-19 di Kota Bekasi.

Kepala Bagian Humas Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah mengatakan memang hingga kini, ada sebanyak 30 total kasus terduga (Suspect) virus Corona Covid-19  terhitung 10 Maret 2020.

"Dari jumlah tersebut Pemerintah Kota Bekasi melakukan langkah tindakan yang diperlukan dan masyarakat diimbau tidak perlu resah," ungkap Sajekti, Kamis, (12/3/2020).

Ia merinci jumlah pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 kasus telah selesai PDP sebanyak 6 kasus. Kemudian, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 5 orang, jumlah pasien yang udah selesai dipantau sebanyak 16 orang.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang sudah keluar sebanyak 2 kasus dinyalakan negatif dan sisanya menunggu hasil Litbangkes," ungkap Sajekti, Kamis, (12/3/2020).

Seiring dengan perkembangan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bekasi juga telah melakukan langkah pencegahan dan penanganan dini penyebaran virus covid-19, diantaranya pembentukan TIM Gerak Cepat (TGC) Kesiapsiagaan, Pembentukan TIM  Teknis  Dinkes Terkait Pelayanan Untuk Kasus Covid -19 Pembentukan Posko Layanan Covid yang bertempat di Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan Publik safety Center Kota Bekasi 119, Call center Kota Bekasi 1500444. Lalu, mensosialisasikan cegah dini penularan agar  Kepala Puskesmas untuk membuat spanduk, leaflet, banner Kesiap Siagaan dalam menghadapi Infeksi Virus Corona (Covid 19) Di Kota Bekasi.

"Kita terus menguatkan kordinasi antar stakeholder terkait dan petugas keamanan untuk melakukan pencegahan dini penyebaran virus tersebut. Sambil kita monitor perkembangan secara nasional melalui update di media," ungkap Sajekti.

Pemerintah Kota Bekasi terus mengimbau agar agar masyarakat menerapkan Pola hidup Bersih dan sehat  dan selalu berfikir positif, dan menerapkan 3S  (Saring Sebelum Sharing), dengan bijak bermedia.
Karena kata dia, tidak ada satu orang pun yang ingin sakit dan lebih memilih hidup lebih sehat.

"Hindarilah stigma agar seseorang dituduh sebagai penyebar penyakit. Ayo sehat bersama karena sehat itu dimulai dari kita," harapnya.

PHBS yang bisa diterapkan dengan memulai langkah seperti makan dengan gizi seimbang, rajin berolahraga,  istirahat yang cukup, Minum Air Mineral 8 Gelas Sehari, makan makanan yang dimasak sempurna, dan jaga kebersihan lingkungan.

Kemudian membiasakan cuci tangan pakai sabun, tidak merokok, gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam, apabila demam dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan, dan berdoa. (Kutipan dari Humas Kota Bekasi)

 

Share: